Klasifikasi Perawat dan Konsep Praktik Keperawatan

Perawat.link -- Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan/asuhan profesional merupakan bagian integral dari pelayanan/asuhan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Asuhan keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan baik langsung atau tidak langsung diberikan kepada sistem klien di sarana dan tatanan kesehatan lainnya, dengan menggunakan pendekatan ilmiah keperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.

Asuhan keperawatan langsung merupakan tindakan yang ditetapkan dan dilakukan oleh perawat secara mandiri atas dasar justifikasi ilmiah keperawatan dalam memenuhi kebutuhan dasar klien maupun tindakan kolaborasi yang merupakan tindakan dari hasil konsultasi dengan profesi kesehatan lain dan atau didasarkan pada keputusan pengobatan oleh tim medik. Asuhan keperawatan tidak langsung merupakan kegiatan yang menunjang dan memfasilitasi keterlaksanaan asuhan keperawatan.

Klasifikasi Perawat dan Konsep Praktik Keperawatan
Klasifikasi Perawat Berdasarkan Pendidikan
  1. Perawat terdiri dari perawat vokasi (Ahli Madya) dan perawat profesi (nurse, nurse spesialis).
  2. Perawat vokasi adalah seseorang yang telah menyelesaikan Pendidikan jenjang Diploma Tiga Keperawatan setelah lulus SMU.
  3. Nurse adalah tenaga keperawatan profesional yang telah menyelesaikan pendidikan profesi keperawatan. 
  4. Nurse spesialis adalah sesorang yang telah menyelesaikan pendidikan profesi keperawatan spesialis. Nurse Spesialis dapat memiliki tingkatan pengakuan kepakaran dari kolegium spesialis sebagai Spesialis Konsultan.
  5. Klien atau pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya atau membutuhkan pelayanan/asuhan kesehatan dari perawat.
Konsep Praktik Keperawatan

Praktik keperawatan diberikan melalui asuhan keperawatan untuk klien individu, keluarga, masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana sampai komplek. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tindakan keperawatan mandiri dan atau kolaborasi dengan tim kesehatan lain. Praktik keperawatan diberikan di fasilitas pelayanan/asuhan kesehatan.

Tindakan mandiri keperawatan mencakup observasi keperawatan, intervensi keperawatan, tindakan keperawatan komplementer, tindakan keperawatan  modalitas, penyuluhan kesehatan, advokasi, edukasi dan konseling dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan untuk  pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan klien dan mengatasi masalah kesehatan serta melaksanakan program pemerintah bidang kesehatan.

Tindakan kolaborasi keperawatan dilakukan dengan tim kesehatan lain dalam pemberian asuhan keperawatan, perencanaan terhadap upaya penyembuhan serta pemulihan kesehatan klien. Kolaborasi keperawatan dapat juga dilakukan secara lintas sektoral untuk pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat,

Praktik keperawatan diselenggarakan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang dinamis dan siklus meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada klien dengan berbagai kondisi, baik sehat maupun sakit serta lingkungan yang mempengaruhinya.

Pengkajian keperawatan dilakukan secara komprehensif ditujukan untuk mengenali masalah kesehatan yang dihadapi klien dan penyebab timbulnya masalah tersebut. Dikenalinya masalah dan penyebabnya dengan tepat akan mendasari penyusunan rencana penanggulangannya agar efektif dan efisien. Rencana tindakan keperawatan dibuat berdasarkan kebutuhan klien. Pelaksanaan praktik keperawatan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama antara klien dan keluarganya dengan nurse. Pelaksanaan praktik keperawatan dilakukan oleh nurse dengan tingkat kewenangan yang sesuai, serta harus berpedoman pada standar kompetensi yang meliputi standar  kompetensi, standar praktik, standar pendidikan dan  kode etik.

Proses maupun hasil asuhan keperawatan harus selalu dievaluasi  dan dimonitor secara terus menerus dan berkesinambungan, kemudian diadakan perbaikan dan modifikasi sesuai dengan hasil evaluasi dan monitoring serta tujuan yang telah ditetapkan bersama klien. Tujuan yang telah ditetapkan dapat berupa hilangnya gejala, menurunnya resiko, tercegahnya komplikasi, meningkatnya pengetahuan dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan serta mempersiapkan klien agar meninggal dengan damai dan bermartabat.

Praktik keperawatan yang memenuhi kebutuhan dan harapan dapat diselenggarakan pada semua sarana/tatanan pelayanan/asuhan kesehatan, meliputi  di rumah sakit umum maupun khusus, puskesmas, praktik keperawatan di rumah (home care), nursing home/residential health care, praktik keperawatan berkelompok (klinik bersama), dan praktik keperawatan perorangan, serta praktik keperawatan fasilitas pelayanan/asuhan kesehatan bergerak (mobile/ambulatory). Praktik keperawatan diselenggarakan dengan memperhatikan keterjangkauan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan/asuhan/asuhan keperawatan dalam kontek pelayanan/asuhan kesehatan.

Praktik keperawatan profesional mencakup kegiatan-kegiatan mulai dari yang sangat sederhana hingga komplek. Praktik keperawatan dilakukan dengan mengutamakan kualitas, efektifitas dan efisiensi, agar tetap terjangkau oleh masyarakat serta berfokus pada keselamatan pasien. Dalam melaksanakan praktik keperawatan untuk tindakan keperawatan yang sederhana dan tidak berisiko, nurse dapat bekerja sama dengan perawat vokasi.(Referensi berbagai sumber).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Cat Kuku Dilarang Digunakan Ketika Masuk Rumah Sakit

Ranah Kompetensi Perawat

Pelayanan Keperawatan Di Rumah Sakit